Wakil Gubernur PBD Buka High Level MeeWakilting TPID, Pemprov & BI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Ekonomi!

SORONG-Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, S.Pd.I., MM membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Kamis (26/02/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov PBD, instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutannya, Wagub Ahmad Nausrau menegaskan bahwa melalui forum strategis ini perlu dilakukan pencermatan secara komprehensif terhadap perkembangan inflasi terkini, termasuk Indeks Perkembangan Harga (IPH), komoditas penyumbang inflasi, serta dinamika distribusi dan pasokan di wilayah Papua Barat Daya.

“Kita harus memastikan bahwa langkah-langkah pengendalian inflasi tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengendalian inflasi harus dilakukan secara terintegrasi melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta membangun komunikasi publik yang efektif guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, pengendalian inflasi bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, pelaku usaha, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Stabilitas harga adalah fondasi daya beli masyarakat. Jika inflasi terkendali, maka kesejahteraan masyarakat dapat terjaga, pertumbuhan ekonomi tetap stabil, dan iklim investasi semakin kondusif,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu turut dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama pengendalian inflasi antara Pemerintah dan BI sebagai wujud sinergi dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan konstruktif.