Pemprov Papua Barat Daya Canangkan Gerakan ASRI dan Solusi Maggot Atasi Sampah
Kota Sorong — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus memperkuat komitmen dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui pelaksanaan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, S.T., M.Si. berlangsung sukses di ruang Rapat kantor Gubernur pada Rabu, (29/04/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh Penanggung Jawab Rumah Peternakan Maggot, para mitra, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam arahannya, Julian Kelly Kambu menyoroti pentingnya implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), yang merupakan program strategis nasional yang digagas oleh Presiden dan dijabarkan lebih lanjut oleh Menteri Dalam Negeri. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini, dari 38 provinsi di Indonesia, masih terdapat 19 provinsi yang belum melaporkan pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk enam provinsi di Tanah Papua.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya merencanakan pelaksanaan Gerakan ASRI Papua Barat Daya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program nasional. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 April.
Gerakan ASRI Papua Barat Daya dijadwalkan akan dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026, bertempat di kawasan Reklamasi Pantai Boswesen, Kota Sorong. Adapun kegiatan yang akan dilakukan meliputi aksi bersih-bersih sampah di area pantai dan jembatan yang selama ini mengalami penumpukan. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Selain itu, Julian Kelly Kambu juga menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Sorong yang saat ini telah mengalami penumpukan sampah. Ia menegaskan bahwa sebagai ibu kota provinsi, kebersihan Kota Sorong mencerminkan kondisi Papua Barat Daya secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama dan memerlukan kolaborasi dari seluruh pihak.
Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan pemanfaatan maggot