Pemprov PBD Perkuat Kolaborasi Pendidikan Dengan Papua Barat melalui Konsolidasi Daerah
SORONG-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Papua Barat jalin kerjasama di bidang pendidikan melalui kegiatan Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua Barat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu di Vega Hotel, Kota Sorong, Rabu (04/03/2026).
Dalam sambutannya, Elisa Kambu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan konsolidasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan dari dua provinsi tersebut. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam upaya memajukan pendidikan di Tanah Papua.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran kita di sini merupakan wujud komitmen dan kepedulian bersama untuk memastikan pendidikan di Tanah Papua menjadi lebih baik dari hari ini,” ujar Elisa Kambu.
Ia menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua. Menurutnya, melalui pendidikan generasi muda Papua dapat memperluas wawasan serta memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.
“Tanpa pendidikan, kita tidak bisa maju. Pendidikan adalah jalan untuk anak-anak Papua melihat dunia yang lain dan membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPMP Papua Barat Santy Mukti Mardhika menjelaskan konsolidasi daerah tersebut bertujuan menyamakan persepsi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Papua Barat dan Papua Barat Daya dengan para pemangku kepentingan pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, dan dinas pendidikan kabupaten/kota sangat diperlukan agar berbagai program prioritas pendidikan dapat berjalan secara optimal hingga ke daerah.
“Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi terkait program-program prioritas Kemendikdasmen. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder agar program dapat berjalan optimal hingga ke daerah,” ujar Santy.