Pemprov PBD Gelar Sosialisasi Pedoman APBD 2026, Elisa Kambu: APBD Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas
SORONG-Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos, menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan instrumen kebijakan utama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, besarnya anggaran tidak akan memberikan arti apabila tidak dikelola secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Sosialisasi Pedoman Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Senin (02/03/2026).
Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan semakin dinamis sehingga dibutuhkan pengelolaan anggaran yang adaptif dan berorientasi pada hasil.
"Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan dampak nyata (outcome), terutama dalam penurunan angka kemiskinan, peningkatan infrastruktur, serta penguatan layanan kesehatan dan pendidikan," ujarnya.
Gubernur menyoroti beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran, yakni kepatuhan terhadap regulasi, percepatan realisasi anggaran, efisiensi belanja, inovasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta digitalisasi pengelolaan keuangan.
Ia juga mengingatkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh, membangun sinergi dan komunikasi yang baik, serta menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam pengelolaan keuangan daerah.
Selain itu, para pimpinan OPD diminta segera menyelesaikan laporan keuangan masing-masing perangkat daerah secara tepat waktu.
Kegiatan ini turut dihadiri Pj Sekda, Wakil Ketua DPRP, Ketua MRPBD, para Staf Ahli, Asisten, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Peserta sosialisasi terdiri atas para kepala badan keuangan se-PBD, pejabat eselon III/PPTK, PPK/Kasubag Keuangan, serta bendahara pengeluaran dan penerimaan.
Acara ini menghadirkan narasumber dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, yakni Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si, secara daring dan Simon Saimima, S.STP., M,Si, secara luring.