Awali Safari Ramadhan, Pemprov PBD dan MUI Kunjungi Petrogas sebagai Titik Pertama

SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat Daya resmi memulai rangkaian kegiatan Safari Ramadhan. Menariknya, kunjungan perdana ini dilakukan lebih awal dan menempatkan sektor industri hulu migas sebagai perhatian utama pemerintah.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, mengungkapkan bahwa jadwal awal Safari Ramadhan sebenarnya direncanakan mulai pada awal Maret. Namun, setelah berdiskusi dengan Gubernur, diputuskan untuk merangkaikan pembukaan kegiatan ini dengan momen tasyakuran doa satu tahun pemerintahan.

"Pak Gubernur menyarankan agar acara tasyakuran doa satu tahun pemerintahan pada 20 Februari dirangkaikan sekaligus dengan buka puasa bersama dan pembukaan Safari Ramadhan," ujar Ahmad Nausrau dalam sambutannya.

Petrogas Jadi Prioritas Kunjungan
Perubahan jadwal tersebut akhirnya menempatkan Petrogas sebagai titik kunjungan pertama tim Safari Ramadhan. Ahmad menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, melainkan bentuk atensi besar pemerintah terhadap sektor energi di wilayah tersebut.

"Ini menunjukkan bahwa Petrogas menjadi atensi utama pemerintah. Kita masukkan dalam jadwal pertama menyusul adanya permohonan dari Pak Haji Ruslam," tambahnya.

Doa untuk Keberhasilan Pengeboran Migas
Selain silaturahmi, kunjungan ini juga diisi dengan doa bersama untuk keberhasilan operasional migas di Papua Barat Daya. Fokus utama doa ditujukan pada kelancaran kegiatan pengeboran di beberapa titik strategis.

Ahmad mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar ikhtiar yang dilakukan Petrogas membuahkan hasil maksimal bagi daerah.

"Kita doakan mudah-mudahan dari hasil pengeboran di titik Salawati dan Kalamono ini menghasilkan minyak dan gas yang berlimpah di Papua," tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi sinergi antara ulama, pemerintah, dan sektor industri dalam membangun kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.