Pemprov Papua Barat Daya Apresiasi Langkah YAPARI Edukasi Masyarakat tentang HIV/AIDS, TBC dan Malaria
Pemprov Papua Barat Daya Apresiasi Langkah YAPARI Edukasi Masyarakat tentang HIV/AIDS, TBC dan Malaria
Admin Diskominfo | 06 Oct, 2026 | 4X Dilihat
Kota Sorong -- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengapresiasi langkah nyata Yayasan Papua Lestari (YAPARI) yang melaksanakan kegiatan pelatihan bagi Relawan Tangguh dalam upaya meningkatkan edukasi dan kesadaran Masyarakat terkait bahaya HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) .
Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrauw, S.Pd.I., M.M. Menurutnya, kegiatan pelatihan relawan merupakan bagian penting dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit menular serta mendorong pola hidup sehat.
kegiatan yang dibuka Oleh Wakil Gubernur pada Selasa (6/10/2026) di The Belagri Airport ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 6-8 Oktober 2026
Wakil Gubernur Ahmad Nausrauw, S.Pd.I., M.M. mengatakan bahwa, kegiatan pelatihan relawan ini merupakan bagian penting dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan pemahaman Masyarakat terhadap penyakit menular serta mendorong pola hidup sehat
Keberadaan Relawan Tangguh di tengah Masyarakat dinilai memiliki peran strategis, terutama dalam menyampaikan informasi dan edukasi mengenai pencegahan, penularan, serta pentingnya deteksi dan penanganan penyakit HIV/AIDS, TBC, dan Malaria.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan YAPARI melalui pelatihan ini. Relawan memiliki peran penting untuk membantu mengedukasi Masyarakat, sehingga kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan dapat terus ditingkatkan,” ujar Ahmad Nausrauw.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak Masyarakat di wilayah Papua Barat Daya. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi Masyarakat, lembaga sosial, serta para relawan dinilai menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Masyarakat yang sehat.
“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang sehat,” katanya.
Melalui pelatihan ini, para relawan diharapkan mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat




